Mula Tradisi Tukar Cincin Kawin

cincin kawin

Setiap sesuatu itu ada historisnya, ada sejarahnya yang khas. Menjadi aneh bila kita tak paham setidaknya apa – apa yang tersembunyi dan menjadi misteri tanpa ada rasa yang menyelimuti. Sejarah kemudian menjadi bagian yang dilupakan , saat orang sudah nyaman pada sesuatu yang sebenarnya mempunyai sejarah tak terduga. Dalam konteks ini kapan mula – mula tradisi tukar cincin kawin itu dimulai ? Atau kapankah orang-orang mulai melakukan pertukaran cincin kawin sebagai sesuatu yang ditradisikan ? Nah, asal anda tahu tradisi pertukaran cincin kawin, sebagai aktivitas  yang selalu kita lihat pada setiap pernikahan ini, awal mulanya atau  pertama kali diperkenalkan oleh gereja Yunani Orthodox. Gerejatersebut melakukan upacara tukar cincin kawin pada sekitar abad ke 13 lalu, atau  pada tahun 1300-an. Nah, kalau ditarik ke masa kini  ternyata tradisi pertukaran cincin pernikahan sudah berusia ratusan tahun, 717 tahun dari sekarang! Sudah lama bukan ?

Tradisi itu akhirnya berkembang sebgai sebuah budaya yang eksistensinya turun – temurun hingga generasi kita abad 21sekarang ini. Mula tradisi tukar cincin kawin memang sudah sangat lama, meski pada saat itu bahannya sangat sederhana.  Bahan yang digunakannya juga sangat berbeda,sehingga kita bisa mendapatkan banyak pilihan yang sempurna untuk kebutuhan cincin kawin kita ini. Dulu secara sederhana dapat kita sebutkan bahwa cincin terbatas pada bahan yang menggunakan logam – logam non mulia, seperti lempeng besi, lempeng tembaga atau bahan lainnya. Sekarang orang sudah semakin bnayak pilihan yang saat diambil, seperti cincin palladium  emas, perak dan bahkan emas putih. Ornamennya juga bervariasi ada batu safir, batu mirah delima dan batu batu lam yang indah lainnya. Bahkan cincin sekarang ada yang bertahtakan batu permata 13 karat yang harganya sentu sangat – sangat mahal.

Sekarang hampir setiap acara perkawinan selalu memakai adat atau tradisi tukan cincin kawin, sebagai pertanda betapa hubungan itu akan dicita – citakan sebagai sesuatu yang abadi. Selanjutnya, awal mula tradisi tukar cincin nikah menjadi memori yang tak setiap orang tahu, namun merasakan konsekuensi budaya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *